PKD VI dan Diklatsar III Banser PAC GP Ansor Kajen Resmi Dibuka, Cetak Kader Tangguh Berbasis Spiritual, Ekonomi, dan Kepedulian Lingkungan

WhatsApp Image 2026-07-02 at 17.42.58

Kajen, mwcnukajen.or.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) VI dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) III Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kamis (2/7/2026), di SMK Ma’arif NU Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan kaderisasi tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juli 2026, dengan diikuti sebanyak 40 peserta dari berbagai ranting di wilayah Kecamatan Kajen.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen GP Ansor dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, militansi, kedisiplinan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ketua PAC GP Ansor Kajen, Ustadz Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan PKD dan Diklatsar dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen organisasi dan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kajen.

Dalam sambutannya, Abdul Rosyid mengingatkan bahwa kader Ansor tidak cukup hanya bergerak pada aspek lahiriah atau empiris semata, tetapi juga harus memperkuat dimensi spiritual sebagai fondasi perjuangan organisasi.
“Ansor tidak hanya bergerak di ranah empiris lahiriyah saja, tetapi juga harus menguatkan ranah spiritual batiniyah agar setiap program organisasi memperoleh keberkahan dan mampu berjalan dengan baik dan mendapat ridlo dari Allah dan segenap masyayikh Nahdlatul Ulama” pesannya di hadapan peserta.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kajen, Drs. KH. Busaeri, MH, mengapresiasi PAC GP Ansor Kajen yang dinilai konsisten melaksanakan kaderisasi sebagai upaya menjaga kesinambungan organisasi. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi merupakan kebutuhan mutlak bagi Nahdlatul Ulama agar estafet kepemimpinan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Menurutnya, para pengurus NU saat ini tidak akan selamanya memimpin organisasi. Karena itu, melalui kegiatan PKD dan Diklatsar inilah jiwa kepemimpinan para kader ditempa sehingga kelak mampu menjadi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan.

“Ansor adalah generasi penerus Nahdlatul Ulama. Saya dan Pak Kiai Kholil tentu tidak akan selamanya memimpin. Suatu saat estafet perjuangan itu akan diteruskan oleh kader-kader muda yang hari ini sedang mengikuti proses kaderisasi,” ungkapnya.

Selain memperkuat kaderisasi, KH. Busaeri juga mendorong GP Ansor untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program organisasi, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi kader. Ia bahkan menawarkan pemanfaatan sejumlah lahan wakaf milik Nahdlatul Ulama di wilayah Kajen yang selama ini belum produktif agar dapat dikelola oleh kader Ansor menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan aset wakaf secara produktif dapat menjadi salah satu model pemberdayaan organisasi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi kader di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Rifda Ujza, yang hadir mewakili Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, menyampaikan bahwa kepengurusan GP Ansor saat ini tidak hanya memprioritaskan kaderisasi dan penguatan ekonomi kader, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap isu pelestarian lingkungan hidup sebagai implementasi konsep hablum minal alam.

Ia menjelaskan bahwa salah satu Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diwajibkan bagi peserta PKD dan Diklatsar adalah kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Rifda menilai tawaran MWCNU Kajen untuk memanfaatkan lahan-lahan wakaf yang belum produktif merupakan peluang yang sangat baik dan sejalan dengan program prioritas GP Ansor. Menurutnya, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif yang tidak hanya mendukung penghijauan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan kader.

Ia juga mendorong PAC GP Ansor Kajen untuk melakukan studi banding ke PAC GP Ansor Kutosari yang dinilai berhasil mengembangkan program pertanian mentimun sebagai salah satu model pemberdayaan ekonomi organisasi.

“Departemen Lingkungan Hidup PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan siap mendukung penyediaan bibit pohon. Semoga program ini menjadi langkah nyata Ansor dalam menjaga lingkungan sekaligus mengoptimalkan aset wakaf NU agar lebih produktif,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan PKD VI dan Diklatsar III Banser ini, PAC GP Ansor Kajen berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki kualitas kepemimpinan dan loyalitas organisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi umat, serta pelopor pelestarian lingkungan hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, kader Ansor diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama secara berkelanjutan.

Pewarta: Syaikhul Alim

Bagikan: